Skip to main content
Senin, 21 April 2014

Panas-Dingin di Wana Wisata Pemandian Padusan Pacet, Mojokerto

Metrogaya-Lokasi wisata yang berjarak 32 kilometer dari Kota Mojokerto ini, dapat  ditempuh dari Surabaya ke arah Mojokerto, tanpa perlu sampai ke Mojokerto, namun saat tiba di Krian (Sidoarjo), langsung berbelok ke arah Mojosari, Mojokerto. Rasanya, jarak 30-40 kilometer itu tidak akan terasa lelah, apalagi bila pengunjung langsung menceburkan diri ke air panas atau air hangat di sana.

Pemandian Padusan masuk dalam lokasi kawasan wana wisata Pacet, Kabupaten Mojokerto,  Jawa Timur yang berada di lereng Gunung Welirang. Karena itu, udara di bantaran Sungai Dawuhan yang dikelola Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Mojokerto itu, terlihat segar dan sangat alami. Pucuk-pucuk pinus bergoyang seolah berebut menyambut wisatawan.

Di Padusan memang ada fasilitas dua kolam pemandian air panas, satu kolam pemandian air hangat, dan dua kolam pemandian air dingin (satu kolam untuk dewasa dan satu kolam untuk anak-anak yang dangkal). Tiket masuknya juga tidak mahal yakni Rp5.000,00 per orang.

Setelah berenang di air dingin dan berendam di air panas atau hangat, pengunjung yang keluar dari pemandian akan dapat naik kuda menuju kawasan Tahura (Taman Hutan Rakyat) R Soeryo yang merupakan lokasi perkemahan (campink ground). Tarif naik kuda hanya Rp10.000,00 per satu atau dua anak.

Tidak hanya itu, di depan pemandian Padusan juga ada hutan yang sering digunakan makan ramai-ramai, sekedar bakar jagung, atau menikmati lupis ketan ireng khas Mojokerto yang hargnya Rp3.000,00 per mangkuk.

Bila semuanya selesai, pengunjung dapat mengakhiri wisata dengan melintasi pasar buah atau sayur segar di kawasan yang sempat menyimpan cerita kelam pada 11 Desember 2002, namun lokasi wana wisata Padusan kini sudah dijauhkan dari aliran sungai Dawuhan untuk mengurangi potensi bencana.(yc/antara)