Skip to main content
Senin, 21 April 2014

Bagaimana Membuat Rumah Ramah Lingkungan?

Metrogaya- Dikenal dengan nama green Architecture, bukanlah sebuah gaya arsitektur dengan ciri- ciri bentuk tertentu. Arsitektur ini lebih merupakan hasil penerapan kaidah- kaidah arsitektur yang mempertimbangkan aspek lingkungan secara luas dalam setiap aspek rancangannya.

Inti dari arsitektur ramah lingkungan adalah apa yang kita bangun mampu menggantikan lokasi yang terbangun dimana tergantikan yang dimaksud adalah volume air yang terserap lahan sebelum dibangun, sama dengan kondisinya setelah terbangun.Selain itu pencahayaan, sirkulasi udara dan pemilihan bahan bangunan sebgai syarat ramah lingkungan serta pertimbangan proses kontruksi bangunan tersebut seperti apakah pembangunannya mengganggu tetangga atau memberikan efek negatif pada rumah sekitarnya.

Benarkah kita membutuhkan rumah yang ramah lingkungan? Dengan membangun di atas sebuah lahan otomatis kita mengganggu lingkungan tersebut, jadi wajib hukumnya untuk membuat sebuah bangunan yang bisa menyeimbangkan keadaan tersebut.

Keuntungan memiliki rumah berarsitektur ramah lingkungan tidak bisa langsung dilihat begitu saja. Tapi bila tidak dimulai dari sekarang kapan lagi? Manfaatnya tidak perlu diragukan, selain menekan perusakan lahan, penghuni rumah itu juga menekan kebutuhan listrik karena kita harus mulai dari satu tempat.

Bisakah Rumah Kita menjadi Rumah Ramah Lingkungan?
Tidak ada kata terlambat, yang ada hanya kata upaya. Semua rumah bisa dijadikan ramah lingkungan, tidak peduli apakah rumah lama atau rumah baru. Satu prinsip ramah lingkungan adalah recycle atau daur ulang, jadi perlu membongkar rumah lama untuk dijadikan kondisi rumah menjadi ramah lingkungan seperti membuat biopori, menanam talang ke bumi (memasukkan air ke tanah), penambahan ventilasi dan mengembalikan oksigen dengan memasukkan tanaman ke dalam rumah.

Prinsip perancangan rumah ramah lingkungan
1.Hemat Energi
Rumah ramah lingkungan tidak menggunakan energi berlebih, penggunaan cahaya alami dan udara yang diberikan alam adalah kiat berhemat yang jitu. Jadi perhatikan sirkulasi udara dan sistem pencahayaan dalam membangun.

2.Gunakan yang sudah ada
Sedapat mungkin gunakan bahan yang sudah ada di sekeliling Anda. Pakai ulang bahan- bahan yang masih baik sehingga meminimalisir pembelian barang abru. Selain ramah lingkungan, hal ini juga ramah bagi kantong Anda

3.Hemat air
Penggunaan air dalam proses pembangunan juga harus dipertimbangkan. Gunakan teknologi baru yang menghemat air.

4.Bangun sesuai kebutuhan
Pastikan bangunan sesuai dengan kebutuhan, sehingga tidak perlu melakukan renovasi yang nantinya akan membuat Anda tidak efisien dan tidak ramah lingkungan.

5.Jangan ubah lahan
Jangan mengubah lahan tempat bangunan itu berada, manfaatkan semaksimal mungkin potensi lahan yang ada. Semakin banyak mengubah kondisi lahan, maka semakin banyak pula energi yang diperlukan pada masa kontruksi.

6.Sistem pembuangan limbah
Limbah bangunan dan rumah tangga merupakan penyumbang terbesar pencemaran tanah dan air. Memakai material daur ulang sebagai bahan bangunan merupakan wujud nyata mengurangi persoalan limbah. (yc/forumarsitekturds)