Ditulis oleh admin pada 11 Aug 2010 - 09:24
Metrogaya — Penyerang Argentina dan Manchester City, Carlos Tevez, mengaku marah atas keputusan Federasi Sepak Bola Argentina (AFA) tak memperpanjang kontrak pelatih Diego Maradona. Menurutnya, Presiden AFA, Julio Grondona, ingkar janji.
Tevez mengatakan, seusai Piala Dunia 2010 Afrika Selatan, Juli lalu, Grondona berjanji akan memperpanjang kontrak Maradona. Namun, AFA tak menepati janji itu karena berseteru dengan Maradona soal staf pelatih.
Saat itu, sementara Grondona ingin membongkar staf pelatih, Maradona ngotot meminta itu dipertahankan. Maradona mengancam akan mundur bila AFA mengganti satu saja dari stafnya. AFA tetap pada keputusan awal dan menyimpulkan tak bisa melanjutkan kerja sama dengan Maradona.
Tevez sendiri menyatakan akan siap membela tim nasional, siapa pun pelatihnya. Meski begitu, ia mengatakan, kalau ada kesempatan bertemu Grondona, ia akan menumpahkan unek-uneknya.
"Aku adalah salah satu orang yang selalu mendukung (Maradona) dan untuk alasan itu, aku berpihak kepada Maradona. Grondona tak menepati janji. Di kamar ganti, Don Julio mengatakan, Diego akan terus melatih. Bila kami ada kesempatan bertemu (dengan Grondona), aku akan mengatakan itu di depan mukanya," ujar Tevez.
"Kami bermain untuk 'La Seleccion'. tetapi apa yang terjadi menimbulkan kerusakan besar terhadap sepak bola Argentina. Datang dan melihat segalanya seperti sekarang ini membuat kami sedih.
(dnx/goal)







