Ternyata Riasan Wajah Cleopatra Melindungi Infeksi Mata

Metrogaya-Beberapa peneliti Perancis menguraikan bahwa kosmetik mata yang dipakai pada 4.000 tahun lalu oleh bangsa Mesir kuno bukan hanya untuk mempercantik penampilan, namun untuk melindungi dari infeksi mata. Penelitian mereka dipublikasikan dalam Journal Analytical Chemistry.

Sejumlah artefak dan dokumen Mesir kuno menunjukkan bahwa di sekitar mata setiap abdi ratu, baik laki-laki maupun perempuan selalu dilapisi bedak. "Mereka memakainya setiap hari," ujar penulis penelitian Christian Amatore, dari Universitas Pierre et Marie Curie, Paris, Perancis, seperti dilansir National Geographic.

Menurut naskah tulisan Mesir kuno, tata rias mata tersebut diyakini memiliki peran gaib, di mana dewa Horus dan Ra akan melindungi sang pemakai dari beberapa serangan penyakit.

Sementara itu lewat penelitian para ahli diketahui jika bakteri infeksi mata seperti conjungtifitus, telah menjadi masalah umum di sepanjang rawa tropis sungai Nil pada waktu itu. Menurut analisa kimia sebelumnya, dari residu bedak yang diambil dari wadah kosmetik kuno itu telah ditemukan kandungan empat senyawa timah berbahaya yang mengakibatkan keracunan pada manusia.

Namun seperti dilaporkan Telegraph, sebuah analisa dari ilmuwan Philippe Walter menunjukkan bahwa dosis rendah memiliki efek melindungi.Ia juga mengatakan ,"Kami tahu bangsa Yunani dan Romawi kuno juga mencatat bahwa kosmetik seperti itu memiliki kandungan obat, namun tidak dijelaskan secara tepat."

Dalam penelitian yang dilakukan sejumlah ilmuwan, digunakan elektroda mini untuk meneliti efek garam timah klorida yang disintesis oleh bangsa Mesir.Senyawa kimia ini telah diketahui merangsang sistem kekebalan tubuh dan membantu melawan bakteri penyebab penyakit.

Berdasarkan kandungan senyawa timah dalam kosmetik kuno tersebut, tingkat oksidasi nitrat pemakai akan meningkat hingga 240 persen, menurut penemuan penelitian tersebut.Menurut Amatore salah satu dari peneliti itu diungkapkan jika dua senyawa kimia ini tidak bekerja secara alami dan membutuhkan waktu hingga 30 hari. "Menurut pendapat saya, [orang-orang Mesir kuno] telah mengetahui manfaat baik dari senyawa ini bagi kesehatan," ungkap Amatore. (yc/erabaru/Telegraph)



@ 2009 MetroGaya. All Rigths Reserved.