RSI Jemursari Latih Jurnalis Tanggap Bencana

Metrogaya - Posisi seorang jurnalis yang kerap melakukan peliputan di daerah bencana tak jarang memantik rasa kebingungan dalam dirinya, antara melakukan tugasnya sebagai jurnalis dulu atau tugas sebagai sesama manusia. Berangkat dari fenomena ini muncul ide bagi Rumah Sakit Islam Jemursari Surabaya mengadakan pelatihan khusus bagi para pemburu warta tersebut.

“Tidak bisa dipungkiri jika kalangan jurnalis kerap bingung kalau bertugas di daerah bencana, mau menolong korban tapi tidak punya pengetahuan yang cukup, makanya kita berinisiatif menggelar pelatihan ini,” kata dr. Heru Ariyadi, MPH, Direktur Utama Islam Jemursari, akhir pekan lalu.

Dengan digelarnya pelatihan tersebut, lanjut dr.Heru, diharapkan para jurnalis yang tengah berada di daerah bencana dapat memberikan pertolongan dengan teknik yang tepat. “Tak cuma di daerah bencana, tapi dimanapun para jurnalis berada pasti kerap menjumpai  korban musibah mulai dari kecelakaan hingga kebakaran karena jurnalis adalah orang yang paling sering di lapangan,” jelas dr.Heru.

Dalam pelatihan yang diikuti insan pers dari berbagai media di Surabaya itu, RSI Jemursari telah menyipkan tim khusus yang memberikan beragam materi terkait tindakan pertama pemberian pertolongan terhadap korban bencana. Seperti yang dilakukan dr. Aditya Bhayusakti. Dokter berkacamata ini menyampaikan materi tentang teknik  pertolongan pada korban keracunan.

Suasana pelatihan berlangsung gayeng karena tiap peserta tak cuma memeroleh materi siaga bencana dari para ahlinya, tapi juga berkesempatan memraktekkannya. “Dengan adanya pelatihan ini semoga para jurnalis dapat melaksanakan dua tugas sekaligus, yakni peliputan sekaligus memberikan pertolongan kepada korban bencana, dan itu akan terasa lebih indah,” harap dr.Heru. (mei/mg)



@ 2009 MetroGaya. All Rigths Reserved.