Skip to main content
Rabu, 23 April 2014

Pencetus Lambang Negara

Metrogaya - Tahukah Anda siapa pencetus lambang negara Republik Indonesia yang berbentuk burung garuda? Berikut sedikit cuplikan sejarahnya.

Lambang burung garuda itu sebenarnya terinspirasi dari lukisan pada beberapa candi sejak abad ke-16. Di antaranya Candi Dieng, Candi Prambanan dan Candi Penataran. Garuda dilukis di candi sebagai perlambang tenaga pembangunan dan merupakan bukti jenis burung ini sangat dekat dengan mitologi nenek moyang bangsa Indonesia.

Pengaruh burung garuda sudah sejak lama ada di dalam kehidupan politik dan kenegaraan. Sebagai misal, Raja Erlangga telah menggunakan tokoh burung garuda sebagai meterai kerajaan. Ini barangkali yang menginspirasi pemerintah kita menerbitkan "Kertas Segel” atau “Kertas Meterai” menggunakan cap burung garuda.

Lalu siapa pencetus lambang negara ini? Dia adalah seorang tokoh nasional yang berasal dari Pontianak. Namanya, Sultan Hamid II, yang terlahir dengan nama Syarif Abdul Hamid Alkadrie, putra sulung sultan Pontianak, Sultan Syarif Muhammad Alkadrie. Ia lahir di Pontianak pada 12 Juli 1913 dengan ayah keturunan Indonesia-Arab. Istrinya perempuan Belanda dengan dua anak.

Sewaktu Republik Indonesia Serikat dibentuk, Sultan Hamid II diangkat menjadi Menteri Negara Zonder Porto Folio. Ketika menjabat menteri negara itu ia ditugaskan Presiden Soekarno merencanakan, merancang dan merumuskan lambang negara Republik Indonesia.

Setelah rancangannya berhasil diterima, selanjutnya ditetapkan sebagai lambang Negara Indonesia melalui Peraturan Pemerintah Nomor 66 tahun 1951 tapi peresmiannya telah dilakukan sejak 11 Februari 1950. (hd/id.shvoong.com)