Skip to main content
Jumat, 18 Mei 2012

Ruang Tahanan Colosseum Dibuka Pertama Kali

Metrogaya - Ruang tahanan bawah tanah di Colosseum Roma yang dianggap sebagai salah satu prestasi besar arsitektur Romawi, untuk pertama kalinya dibuka untuk umum minggu ini.

"Area di atas monumen kuno yang telah ditutup sejak 1970-an juga akan dapat diakses oleh pengunjung dan menawarkan pemandangan forum kuno Roma," kata pejabat kementerian budaya Italia, seperti dikutip AP, Kamis (14/10).

Pembukaan ruang tahanan bawah tanah, dimana singa, harimau, dan para gladiator dikurung serta tingkat tiga di atasnya yang merupakan bagian dari amphitheater Romawi 80 A.D, bisa dimungkinkan setelah dilakukan restorasi.

"Ini adalah pertama kalinya orang-orang akan memiliki kesempatan untuk turun ke tempat-tempat permainan dan pertunjukkan yang diorganisir," kata Rossella Rea, Direktur Colosseum.

Para pejabat mengatakan, ide tersebut juga untuk memberikan lebih banyak ruang kepada pengunjung di salah satu monumen Italia yang paling sering dikunjungi ini.

Rea menambahkan, lebih dari 18.000 orang datang setiap harinya untuk melihat amphitheater, dan kondisi telah menjadi sempit bagi pengunjung. Tur ke daerah yang baru saja dibuka akan dibatasi maksimum 25 orang.

Dari Porta Libitina 'Gerbang Kematian' dimana tubuh orang mati dibawa ke luar amphiteater, pengunjung akan memasuki pusat dari Colosseum. Di sana mereka juga bisa melihat ruang dimana gladiator bersiap untuk pertempuran, dan hewan yang dikurung sebelum diangkut ke arena pertempuran pusat.

Ruang tahanan bawah tanah yang terdata sejak abad ke-5, dikatakan pejabat setempat, masih dalam kondisi baik. Tidak seperti beberapa daerah dan monumen di udara terbuka lainnya yang telah terkena hujan dan sentuhan wisatawan.

Dibangun oleh kaisar Vespasianus Romawi, amphitheater bisa menampung 50.000 penonton yang berkumpul untuk menyaksikan kontes gladiator dan terkadang proses eksekusi.

Colosseum yang dikunjungi oleh sekitar 4,5 juta orang dalam delapan bulan pertama pada 2010, sebelumnya hanya membuka 35 persen bagian dari monumennya untuk dapat diakses oleh pengunjung. (hd/mediaindonesia.com)