Skip to main content
Jumat, 18 Mei 2012

Pihak Sekolah di AS Diminta Mulai Lebih Siang Karena Remaja AS Susah Bangun Pagi

Metrogaya-Kurangnya waktu tidur ini berdampak negatif pada semua segi kehidupan remaja. Sekarang, semakin banyak guru berusaha menyesuaikan kondisi itu dengan jadwal sekolah pada pagi hari.

Menurut survei National Sleep Foundation, sekitar 50 persen remaja di AS kurang tidur selama duduk di bangku sekolah. Para pakar mengatakan, remaja secara biologis terprogram untuk tidur dan bangun terlambat, sehingga irama alami tubuh mereka tidak sesuai dengan jam sekolah pagi.

Danny, 16 tahun, adalah remaja aktif yang suka berolahraga dan mendengarkan music rock. Tetapi, seperti halnya remaja lainnya, ia juga kurang tidur. “Setiap bangun pagi, saya selalu masih mengantuk. Rasanya tidak ingin pergi sekolah. Selama pelajaran pertama dan kedua saya hampir tidak bisa membuka mata,” tutur Danny.

Sementara banyak yang yakin bahwa remaja biasanya malas bangun pagi. Namun para pakar mengatakan, hal itu tidak benar sepenuhnya. Michael Breus, pakar psikologi klinis yang ahli dalam masalah kelainan tidur, mengatakan, “Kita tahu orang yang kurang tidur, mudah uring-uringan. Jadi, jika anak yang seharusnya tidur 8-9 atau bahkan 9-10 jam, hanya tidur tujuh jam semalam, mereka akan mengalami sejenis depresi yang dapat mempengaruhi keseluruhan aktivitas mereka,“ jelasnya.

Irama biologis remaja, kata Breus, adalah tidur dan bangun terlambat. Tetapi karena sekolah dimulai jam tujuh pagi, remaja seperti Danny pergi ke sekolah dengan setengah mengantuk.

Breus mengakui, meskipun ada faktor-faktor lain yang turut menyebabkan remaja kurang tidur, sekolah merupakan tempat di mana perubahan-perubahan kecil yang dilakukan dapat memberikan hasil yang luar biasa.

“Berbagai penelitian menunjukkan bahwa perubahan dimulainya jam sekolah yang memungkinkan anak-anak masuk sedikit lebih siang membuat nilai mata pelajaran pertama dan kedua lebih baik,” ungkap Breus lebih lanjut.

Puluhan sekolah di seluruh AS mengamati penelitian itu dan sedang mempertimbangkan cara untuk menyesuaikan jadwal jam pelajaran mereka. (yc/republika)