Ditulis oleh admin pada 19 Oct 2010 - 15:01
Metrogaya-Dengan rasa yang khas dan bumbu pedas yang menyengat lidah, masakan Manado mungkin bisa jadi pesaing baru masakan Thailand, jika saja dunia mengetahuinya. Semoga saja. Manado, kota kecil di pucuk utara pulau Sulawesi, Indonesia, rasanya masih mustahil untuk suatu saat mampu menghasilkan diaspora acuan rumah makan.
Tapi, ada satu kota besar di mana penduduknya butuh sebuah perkenalan, yakni Jakarta. Berbagai pilihan masakan Manado melimpah ruah di ibukota. Salah satunya Chamoe-Chamoe, satu sesapan kuah asam -sup rasa salmon dan percikan limau, daun kemangi dan daun serai- langsung bisa mengungkapkan pesaing hebatnya, yakni tom yum asal Thailand.
Untuk sebuah pengantar yang lebih baik terhadap spectrum penuh sebuah masakan, pergilah ke Beautika, di Jakarta Utara. Disini ada masakan Manado yang harus dicoba.
Kunci dari rahasia dapur masakan Manado adalah cabai, yang mendominasi sambal dan bumbu-bumbu (seperti rica-rica, yang dicampur jahe dan jeruk limau). Piring-piring berkobar yang harus dicoba antara lain pepes (ayam atau ikan berbumbu yang dimasak dengan daun pisang), saos cakalang (irisan daging tuna asap dengan lumuran sambal merah membara), dan ayam ternate (ayam merah dengan taburan gula palem yang melimpah). Tude daun papaya, campuran ikan bumbu lembut dengan daun papaya yang pahit, dan siraman sayur acar -wortel, cabai hijau, mentimun, bawang merah, dan buah bengkuang , semuanya diasamkan dengan cuka dan kunyit- menawarkan banyak gigitan. Jika Anda ingin bebas dari bumbu, cobalah ayam kecap. Makan lahap hanya dengan kurang dari sepuluh dolar atau sekitar Rp 90.000.
Dekorasi Beautika biasa saja -furnitur kayu sederhana, wadah plastik perak abu-abu dan ruang makan yang sempit. Bagian di tangga terasa lebih seperti kamar, tapi terkadang terasa panas. Tidak masalah. Saat Anda mengambil satu gigitan terakhir dari marlin panggang gurih dan menyeka keringat dari alis Anda, Anda akan melihat kepuasan Anda tercermin di wajah orang lain - dan tahu Anda tidak akan menjadi yang pertama untuk kembali untuk hukuman yang lebih pedas.(yc/tempointeraktif)








