Ditulis oleh faris pada 15 Mar 2011 - 11:55
Metrogaya-Sebanyak 2.000 mayat ditemukan di pinggir pantai Jepang. Bahkan, pejabat mengatakan jumlah sebenarnya bisa lebih besar.
Meski pejabat Jepang menolak berspekulasi tentang jumlah korban tewas, geolog Hery Harjono yang menangani Tsunami Asia pada 2004 mengatakan, “Suatu keajaiban jika korban tewas kurang dari 10.000”.
Perdana Menteri Jepang Naoto Kan mengatakan bencana ini merupakan krisis terburuk sejak Perang Dunia II. Kini, para ahli memperingatkan adanya gempa besar susulan yang hampir sekuat gempa pertama dan berpotensi memicu tsunami.
Direktur Australian Seismological Centre Dr Kevin McCue mengatakan pada SMH, tiap hari terdapat 100 gempa kecil sejak gempa pertama pecah, Jumat (11/3/2011) dan gempa besar susulan tampaknya mulai mengancam dan akan terjadi dalam hitungan hari.
“Gempa ini lebih kecil dari gempa pertama, yakni sekitar 7,9 Skala Richter (SR). Gempa mengerikan itu bisa memicu terjadinya tsunami dan lebih banyak kerusakan akan timbul”.
Geofisikawan University of Ulster John McCloskey di Irlandia mengatakan pada Nature, kemungkinan gempa ini mempengaruhi tekanan di sepanjang zona patahan selatan.
“Hal ini secara kritis meningkatkan risiko gempa di wilayah Tokyo,” ungkapnya.
Menurut dia, gempa susulan itu akan sebesar atau lebih kuat dari gempa yang terjadi bulan lalu di Christchurch, Selandia Baru.
Gempa yang menguncang Selandia Baru itu berkekuatan 6,3 SR dan menewaskan 160 orang. Mari berdoa untuk Jepang.(fz/inilah)








