Skip to main content
Jumat, 18 Mei 2012

Nikmatnya Nasi Briani ala Timur Tengah

Metrogaya - Ingin mencicipi menu ala Timur Tengah di Surabaya? Tak perlu khawatir, mampir saja ke Warung Jumbo yang terletak di kawasan Jalan Kiai Haji Mas Mansyur.

Rumah makan ini menawarkan masakan khas Timur Tengah. Beberapa masakan khas Timur Tengah yang disajikan antara lain nasi kebuli, nasi briani, dan nasi tomat.

“Sebagai resto yang dekat dengan pemukiman komunitas Arab, Warung Jumbo memang menyajikan masakan khas Timur Tengah sebagai menu unggulan,” ujar  Miswadi, Penanggung Jawab Warung Jumbo.

Untuk menu nasi tomat maupun nasi kebuli mungkin sudah lazim kita jumpai di sejumlah rumah makan di kota ini, namun untuk nasi briani tak banyak rumah makan yang menyajikan. "Nasi briani merupakan nasi kuning tapi rasanya manis yang menjadi khas masakan Arab," kata Iwan, sapaan akrab Miswadi.

Ketiga menu tersebut dapat dinikmati dengan harga hanya Rp 7 ribu. Kenikmatan menu tersebut makin terasa dengan sajian beberapa lauk pilihan seperti kambing oven dan kambing bakar. Satu porsi menu yang tersedia ditawarkan seharga Rp 18 ribu.

Sajian lainnya yang tak akan Anda jumpai di rumah makan kebanyakan adalah jus kurma. Tanaman kurma yang hanya tumbuh di dataran Timur Tengah,  menjadikan tanaman ini cukup khas. Dengan mengunjungi Warung Jumbo, Anda dapat menikmati jus kurma yang juga merupakan minuman khas Timur Tengah.

Selain menawarkan ragam masakan khas Timur Tengah dapat dijumpai pula masakan nusantara diantaranya nasi Madura, sop buntut, dan sop kambing. Untuk tempat tersedia pula private room. Di sini Anda dapat menikmati beragam menu yang ada sambil duduk lesehan.

Warung Jumbo ini mulai buka pukul 10 pagi sampai dengan pukul 10 malam. Bagi Anda yang ingin menikmati masakan Arab, namun tak punya waktu berkunjung ke Warung Jumbo dapat memakai fasilitas terima pesanan yang memang tersedia. "Di sekitar kawasan ini kami menerima pesanan menu dan siap antar dengan minimum order 20 kotak, sedangkan lokasi yang jauh pesanan minimal 50 kotak," pungkas Iwan. (mei/mg)