Skip to main content
Senin, 6 Februari 2012

Indonesia Kehilangan Maestro Batik

Metrogaya — Perancang busana ternama Iwan Tirta (75), Sabtu (31/7) pukul 08.35, meninggal dunia di RS Abdi Waluyo, Menteng, Jakarta. Dia dirawat di rumah sakit sejak 10 hari terakhir.

Asisten pribadi Iwan Tirta, Tisna, mengatakan, Iwan yang pernah terkena stroke itu mengalami komplikasi berbagai penyakit, yaitu sesak napas, jantung, ginjal, dan kemudian terdeteksi terserang stroke ringan lagi.

Dalam lima hari terakhir, kata Tisna, Iwan yang kelahiran Blora, 18 April 1935, itu harus menjalani cuci darah setiap hari. Rencananya, jenazah akan dibawa ke rumah duka di Jalan Panarukan 25 Menteng, Jakarta Pusat, dan akan dimakamkan di TPU Karet Bivak hari ini juga.

Sementara itu, Menteri Negara Peranan Wanita Linda Agum Gumelar mengutarakan rasa duka mendalam atas meninggalnya desainer ternama Iwan Tirta (75). Menurut Linda, desainer yang mengangkat batik Indonesia menjadi lebih bergengsi ini adalah seorang maestro di bidangnya

"Indonesia kehilangan seorang maestro dalam bidang batik ya. Orang yang sangat mengetahui mengenai pemahaman yang luar biasa soal batik indonesia," ungkap Linda di rumah duka Iwan.

Linda mengaku sudah lama mengagumi rancangan busana Iwan. "Sejak muda memang saya menyukai batik Iwan Tirta, sejak masih mahasiswa malahan. Saya banyak memakai koleksinya beliau. Saya merasa kehilangan sekali," tuturnya.

Karenanya, Linda memupuk harapan agar seni rancangan batik yang ditorehkan Iwan bisa diteruskan oleh perancang busana generasi muda. "Yang saya harapkan tentu sebanyak mungkin melanjutkan dengan apa yang telah dilakukan Mas Iwan, dengan belajar menggunakan motif-motif Indonesia," pesan Linda. (hd/kompas.com)