Ditulis oleh admin pada 07 Oct 2010 - 15:08
Metrogaya-Terletak tidak jauh dari tepi laut di Bali, tempat tetirah ini memberikan pemandangan segar dan suasana relaks yang eksotik.Vila Surgawi yang berkonsep Caribbean bergaya modern tropis, benar-benar menyguhkan eksotika indahnya Bali yang sudah tersohor di di dunia.
Pulau Dewata terkenal dengan pantai yang indah, cuaca yang cerah dan lanskap khas tropis yang segar. Inilah yang mendorong Komang Suardika Jeghier, seorang arsitek asli Bali, untuk berupaya memanfaatkan potensi wisata tersebut melalui karya-karyanya.
Salah satu rancangan arsitek muda yang memimpin tim Jeghier Architect ini adalah Vila Surgawi yang memiliki luas lahan 1500 m2 yang berjarak hanya 100 m dari tepi laut di Bali. Hunian dua lantai ini memiliki lima buah kamar tidur dan lima buah area duduk serta bersantap di luar dan di dalam ruangan.
Fasilitas berupa kolam renang, gazebo yang digabungkan dengan outdoor dining room dan taman belakang yang luas membuat vila ini menjadi pilihan ideal untuk liburan bersama keluarga atau tempat acara hiburan bersama dengan kerabat.
Setelah mendapatkan beberapa referensi dan melalui proses yang panjang, diputuskanlah untuk membuat desain dan konsep dengan tema rumah bergaya Caribbean.
Sesuai dengan selera tamu yang sebagian besar orang Barat, vila ini dirancang bergaya modern tropis antara lain dengan menonjolkan wujud kotak geometris dan atap datar yang dimanfaatkan untuk area duduk terbuka (roof top).
Vila ini memiliki racked ceiling, lantai dengan pola dan motif berbeda, dan dominasi warna putih pada pintu dan kusennya, termasuk menonjolkan unsur louvre sebagai motif dasar rancangan pintu.
Bangunan berbentuk huruf L ini dikelilingi oleh teras dan balkon yang luas sedangkan ruang-ruang dl dalamnya ditata berorientasi ke arah luar dan hanya disekat oleh deretan jendela dan pintu kaca lebar. Pendekatan desain ini berhasil mengotimalkan masuknya cahaya alami dan sirkulasi udara segar dan kesinambungan indoor dan outdoor yang kuat.
Dinding penyekat antar ruangan juga dikurangi misalnya antara area duduk, pantri dan area bersantap atau antara kamar tidur dan kamar mandi dalam sehingga interiornya terasa lapang.
Pemilihan roof top selain karena jarak antara pantai dengan bangunan agak jauh, juga karena arsitek mempertimbangkan posisi vila tetangga yang sudah ada atau vila yang belum dibangun.
Dalam hal ini arsitek tidak mau "mendominasi" view yang ada dengan menutup posisi pada properti lain. Di sini dibuatlah bangunan yang atapnya tidak terlalu tinggi dengan mengecilkan bentuk atap dan menempatkan utility di bawah atap di bagian belakang.
Di samping itu flat roof dimanfaatkan sebagai roof top lounge sehingga roof top ini menampilkan pemandangan terbaik dibandingkan dengan tempat lainnya.
Semua dinding, plafon, teritis, kusen pintu dan gorden jendela bangunan diberi finishing warna putih agar berkesan "ringan" dan menjadi latar belakang netral yang menonjolkan hijaunya lanskap luar dan nyamannya suasana di dalam vila.
Setiap ruangan ditata dengan gaya interior mix and match serta dilengkapi oleh aksesori unik seperti bantal hias, bunga dan tanaman dalam pot.
Area duduk di teras dan balkon misalnya ditata dengan amben kayu yang diberi jok dan bantal hias warna biru turqouis serta coffee table yang daun mejanya terbuat dari lumpang bekas. Ruangan duduk utama di lantai bawah dan lantai atas yang lantainya berlapis parket kayu diisi dengan sofa empuk berlapis kain (slip cover) yang diberi bantal hias warna cokelat maupun lampu meja warna oranye.
Ruangan makan yang menyatu dengan pantri juga diberi aksen warna senada yang diaplikasikan pada kain pelapis kursi tanpa lengan dan lampu chandelier. Area bersantap di pinggir kolam diisi dengan meja kursi dari rotan sintetik yang serasi dengan kursi berjemur.
Berbeda dari ruangan lainnya, kamar kamar tidur vila dilengkapi oleh kain kelambu bagaikan di hotel resor berbintang sehingga tercipta nuansa romantis seperti terlihat pada kamar tidur utama dan kamar tidur tamu yang dilengkapi oleh kanopi kayu dan area duduk dalam.
Dua buah kamar tidur anak juga dilengkapi oleh panel dekoratif di belakang ranjang. Satu kamar didominasi oleh nuansa warna biru yang teduh sedangkan kamar lainnya di dominasi dengan warna hijau dan oranye yang ceria.
Bentuk dari kolam renang dibuat sangat unik. Bentuk ini terinspirasi dari Komang Suardika Jeghier ketika melakukan diskusi dengan klien. Pengalaman mereka sedang bermain dengan anjing kesayangannya, dengan melempar mainan yang terbuat dari plastik yang menyerupai tulang. Kemudian muncullah ide arsitek untuk membuat kolam renang yang menyerupai mainan tulang untuk anjing kesayangan sang klien.
Kamar utama yang paling luas dilengkapi oleh fasilitas bathtub, tempat bilas (shower) bersekat kaca bening sedangkan kamar mandi lain ditata dengan shower luar ruangan.
Tata lampu (lighting) vila ini juga dirancang agar menciptakan suasana yang "hangat" serta menyenangkan baik lewat deretan lampu downlight, lampu gantung, lampu meja dan lewat lampu dinding.
Secara keseluruhan, rancangan arsitektur dan interior vita ini berhasil menghadirkan suasana yang nyaman, sebagaimana tempat yang diimpikan orang untuk bertetirah di Pulau Dewata.
Keterangan Gambar:
Gb. 1 Vila yang hanya berjarak 100m dari tepi laut ini didesain dengan atap datar yang dimanfaatkan sebagai area duduk terbuka (roof top) sehingga menjadi tempat hang out yang ideal.
Gb. 2 Vila dirancang bergaya modern tropis dengan menonjolkan wujud kotak geometris, dikelilingi oleh teras dan balkon yang luas dan ruang-ruang dalam yang ditata berorientasi ke arah luar sehingga tercipta kesinmabungan indoor dan outdoor yang kuat.
Gb. 3 Area bersantap di pinggir kolam diisi dengan meja kursi dari rotan sintetik yang serasi dengan kursi berjemur serta dikelilingi oleh taman bergaya tropis yang menyegarkan.
Gb. 4 Ruangan duduk utama di lantai bawah dan lantai atas diisi dengan sofa empuk berlapis kain (slip cover) dan bantal hias warna cokelat serta lampu meja warna oranye sehingga terwujud suasana yang "hangat".
Gb. 5 Ruangan makan yang menyatu dengan pantri juga diberi aksen warna serupa yang diaplikasikan pada kain pelapis kursi tanpa lengan dan lampu chandelier.
Gb. 6 Kamar tidur utama vila dilengkapi oleh kain kelambu kanopi kayu, dan area duduk dalam bagaikan di hotel resor berbintang sehingga tercipta nuansa romantis.
Gb. 7 Kamar tidur tamu bersuasana nyaman sehingga membuat tamu betah menginap di vila ini.
Gb. 8 Selain kain kelambu dan panel dekoratif di belakang ranjang, kedua kamar tidur anak diberi aksen dengan warna berbeda. Satu kamar didominasi oleh nuansa warna biru yang teduh sedangkan kamar lainnya dengan warna hijau dan oranye yang ceria. kamprot yang dipadu dengan hiasan berupa relief pada dindingnya.
Gb. 9 Kamar mandi utama didominasi oleh warna putih sehingga ruangan terasa lapang dan 'ringan' serta dilengkapi oleh saniter bathtub dan shower yang luas.
Lokasi: Vila Surgawi, Pantai Cemagi - Canggu Bali
Pemilik: Shush & Roly Parthezius
Arsitek: Jeghier Architect, Bali
(yc/majalah asri)












