Skip to main content
Jumat, 18 Mei 2012

Bocah Kura-kura Asal China Hebohkan Dunia

Metrogaya-Anda pernah melihat film Kura-kura  Ninja? Gambaran seperti itu diderita bocah asal China, Maimaiti Hali, (Cool, yang memiliki kelainan fisik yang diderita bertahun-tahun. Di punggungnya, tumbuh sel kulit keras yang makin besar, hingga berbentuk seperti tempurung kura-kura. Beruntungnya kulitnya tidak hijau, jadi tak sama persis Kura-kura Ninja.

Tapi masih saja penderitaan yang dirasakan tidak hanya sakit fisik, tapi juga psikologis karena orang-orang mengejeknya sebagai kura-kura. Tak jarang, Maimati menjadi obyek kenakalan temen-temannya. Kulit yang berbentuk tempurung itu sebenarnya bagian kulit di punggung Maimaiti Hali yang mengeras. "Orang-orang sering mengejek dia sebagai 'anak kura-kura' tapi saya bangga dengan Maimaiti Musai sebab ia adalah anak yang tabah dan pemberani," ungkap ayah si bocah, Maimaiti Musai.

Hali yang berasal dari Heping, bagian utara China ini disebutkan terlahir dengan kondisi memiliki kelainan dipunggungnya seperti itu.Seiring waktu berjalan, kulit tambahan di punggungnya itu kian membesar dan mengeras seperti tempurung yang dimiliki kura-kura. Secara medis sudah berulang kali diobatkan, namun usianya masih muda, operasi pengangkatan belum bisa dilakukan, menunggu umur 8 tahun."Kami diberitahu, tak mungkin melakukan operasi karena dia masih kecil. Tapi tempurung di punggungnya makin besar dan makin besar, seperti cangkang kura-kura," kata dia, seperti diberitakan laman Daily Telegraph

Kini ia telah memasuki usia 8 tahun dan tidak lama lagi dapat dipastikan Maimaiti akan segera berubah. Pihak medis di Rumah Sakit Militer Provinsi Xinjiang, China, akan melakukan operasi pengangkatan 'tempurung' di punggungnya. Kepala tim dokter yang mengoperasi Maimaiti, Ye Xiangpo mengatakan, operasi pengangkatan kulit yang tebal seperti kulit banteng itu diperkirakan memakan waktu dua jam. Untuk mengganti kulit yang diambil, dokter mencangkok kulit kepala dan tangan Maimaiti. "Kulit kepala bisa tumbuh dengan cepat. Kami berharap dia bisa sembuh total," kata Ye Xiangpo.

Mengetahui hal ini Maimaiti Musai, sang ayah mengaku senang sekali dan berharap besar operasi itu berhasil sukses. Sebenarnya, keluarganya berharap operasi bisa dilakukan sejak lama. Sementara itu, Maimaiti Hali mengaku senang derita bakal berakhir."Sakit sih, tapi sedikit. Yang penting aku tidak khawatir diejek teman-teman lagi.Aku sudah tidak sabar, bermain tanpa harus memakai kaus, juga berenang telanjang bersama teman-teman,"aku Maimaiti. (yc/i-dus)