Skip to main content
Kamis, 17 April 2014

Batu Kelamin yang Unik dan Magis

Metrogaya-Peninggalan bersejarah berbentuk lingga dan yoni yang menjadi simbol dari alat kelamin laki-laki dan wanita, umumnya ada di relief candi atau bangunan-bangunan peninggalan nenek moyang memiliki makna khusus. Namun sangat berbeda dengan Sumber Palak-Palak di Kangean, Madura, Jawa Timur. Simbol lingga dan yoni di sebuah batu besar berbentuk persis alat kelamin laki-laki dan wanita. Menariknya dari kedua bentuk alat kelamin ini keluar air yang dipercaya berkhasiat penuh dengan kekuatan magis.

Kangean berjarak sekitar 100 km dari Sumenep, Madura. Transportasi yang ada saat ini adalah kapal laut yang dikelola oleh PT. Dharma Lautan Indonesia dan Sumekar Line (milik Pemkab Sumenep). Dengan transportasi ini masyarakat Kangean dapat pulang-pergi ke pulau Madura hampir setiap hari. Rata-rata waktu tempuh ke pulau Kangean sekitar 3 jam dari pelabuhan Kalianget.

Kangean adalah gugusan pulau yang terletak di sebelah ujung timur Pulau Madura, Laut Jawa. Kepulauan ini terdiri dari sedikitnya 60 pulau, dengan luas wilayah 487 km². Pulau-pulau terbesar adalah Pulau Kangean (188 km²), Pulau Paliat, dan Pulau Sapanjang. Pulau Kangean bagian timur terdapat pegunungan dengan puncak tertingginya 364 m.

Di Desa/Kecamatan Kangayan (Pulau Kangean), Sumenep, Madura mempunyai sesuatu yang unik yaitu Sumber Palak-Palak. Sumber air terletak di tengah hutan lindung yang mengeluarkan air dari batu besar berbentuk kemaluan seorang laki-laki dan wanita. Air batu itu dipercaya mempunyai kekuatan magis.

Sumber palak-palak yang sudah ratusan tahun menghidupi masyarakat setempat saat ini dipercaya mengandung kekuatan magis. Selain airnya untuk mengaliri lahan pertanian dan kebutuhan masyarakat, sumber ini juga banyak didatangi warga yang sulit mempunyai anak dan sulit mendapatkan jodoh.

Ibaratnya, batu besar yang menyerupai alat kelamin manusia dan keluar air sangat deras itu menjadi obyek wisata dadakan. Para pengunjung laki-laki biasanya lebih tertarik pada batu mirip kemaluan perempuan, sedangkan pengunjung wanita justru mendekati batu yang mirip lawan jenis itu.

Air yang keluar dari satu batu dan berbentuk dua kemaluan manusia lain jenis itu menjadi sasaran para pengunjung. Mereka tidak segan-segan meminum langsung airnya guna terkabul hajatnya. Khususnya, yang sulit mempunyai jodoh atau sulit mempunyai keturunan.

Untuk sampai ke tempat tersebut, dari Kecamatan Kangayan menuju ke arah selatan sekitar 5 kilometer. Lalu menyusuri jalan setapak sekitar 700 meter dan bisa dilalui sepeda motor. Lokasi pun sangat alami dan berjarak sekitar 500 meter pada pemukiman warga.

Sumber Palak-Palak tersebut merupakan potensi alam yang perlu dikembangkan, sebab kondisinya sangat alami dan indah serta mempunyai ciri kekhasan plus benar-benar unik. Sayangnya hingga kini pemerintah daerah setempat belum mengupayakan secara maksimal, terutama menjadi tujuan obyek wisata alam. Sebab bila dikelola dengan baik maka akan menambah dan meningkatkan PAD tentu saja perekonomian masyarakat setempat akan berputar cepat.
(yc/detik/wikipedia)