|
|
"Nothing But The Truth" Kokohnya Idealisme Jurnalis
Submitted by metrogaya on Sun, 07/02/2010 - 15:26
Metrogaya-Bagi wartawan, jati diri nara sumber terkadang harus disembunyikan sebagai bagian dari profesionalisme kerja, termasuk kode etik pekerjaan. Namun, apa jadinya jika menyembunyikan identitas nara sumber itu justru membuat sang wartawan harus dipenjara?
Rachel Armstrong (Kate Beckinsale) adalah seorang jurnalis politik di sebuah media Sun Times. Suatu ketika ia ditugaskan membuat sebuah berita skandal yang dilakukan pemerintahan AS.
Berangkat dari sumber terpercaya, Rachel turut menguak identitas seorang agen CIA yang melakukan penyamaran. Berita itu memang meledak, tapi imbasnya membuat Rachel dalam masalah besar karena membuat geger para petinggi CIA.
Rachel ditangkap dan diminta untuk mengungkapkan identitas sumber yang memberi informasi itu. Merasa bukan pada porsinya serta berpegang teguh pada kode etik pekerjaan, ia menolak bahkan memilih masuk tahanan demi profesionalisme.
Tentunya, Rachel harus membayar mahal. Tidak hanya ditahan satu dua hari, Rachel bertahan hingga satu tahun dalam penjara. Dari situ pula, ia harus berpisah dengan suami serta kehilangan hak asuh atas putranya.
Dilema? Pasti. Jika Rachel mengungkapkan identitas sumbernya, ia pasti tidak akan dipercaya lagi oleh nara sumber lain. Tapi, bayarannya ia harus kembali dipenjara dengan tuduhan melawan hukum.
Bagaimana nasib Rachel selanjutnya? Siapa sebenarnya sumber Rachel? Mengapa ia bersikukuh tak ingin mengungkapkan sumbernya. Jawabannya bisa Anda ketahui di akhir film.
Secara keseluruhan, film Nothing But The Truth ini boleh jadi tontonan alternatif. Karena sudah lama tidak ada film yang menyajikan rentetan kasus dan mengajak penonton untuk turut serta mengetahui bagaimana kinerja seorang jurnalis.
Akting Kate Beckinsale boleh diacungi jempol. Jika biasanya, ia kerap melakukan aksi perkelahian, di sini ia tampil apik sebagai seorang jurnalis dan seorang ibu yang tegar.(yc/astaga)



